Teknologi Alat Pengolahan Limbah, Cerdas Ubah Sampah Jadi Berkah

Sampah adalah benda buangan dari sisa yang dipakai manusia. Bila berbicara tentang sampah, itu artinya bicara tentang masalah bersama. Bukan masalah individul atau sekelompok orang saja. Setiap detik ada manusia yang menghasilkan bekas pakai. Bila detik demi detik waktu itu bergabung tentu menjadi banyak. Jadi, tidak heran jika di beberapa artikel saya pernah saya baca bahwa hati-hati jangan sampai tertimbun sampahmu sendiri! Ngeri, kan?. Timbunan sampah bisa membawa musibah. Tentu beberapa dari teman-teman pernah mengetahui tentang Tragedi Longsor Sampah di TPA Leuwigajah yang membuat bulu kuduk meremang kala mengenang. 

Masalah Sampah di Indonesia adalah Masalah Bersama

Sebelum webinar bertajuk Teknologi Alat Pengolahan Limbah yang diadakan pada 30 September 2021 kemarin, sebenarnya saya telah mengikuti beberapa webinar tentang sampah sebelumnya. Ya, permasalahan yang dibahas masih tetap sama, yakni masalah sampai yang belum kunjung usai. Kesadaran individual yang belum sesuai harapan menjadi pokok permasalahan. 




Dalam webinar dengan pembicara akademik, yaitu dosen Universitas Lambung Mangkurat, Prof. Sunardi, S.Si., M.Sc., Ph.D dan dosen UIN Raden Mas Said Surakarta ternyata masalah sampah tidak hanya masalah individual. Tidak hanya seputar kesadaran tapi lebih jauh dari itu, yaitu tentang bagaimana kesadaran yang telah ada bermain lebih jauh lagi hingga sampai ke tahap pengolahan sampah itu menjadi sesuatu yang bermanfaat. Menjadi sampah yang memiliki nilai estetika bahkan nilai jual.

Infografis di atas memperlihatkan bahwa timbunan sampah di Indonesia diperkirakan mencapai 67,8 ton pada 2020 dilansir dari data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Wah, ukuran yang fantastis, bukan? Ini berat sampah, lo, ya. Produk sisa pakai manusia yang bukan suatu yang baik bagi keberlangsungan hidup manusia itu sendiri jika dibiarkan tertimbun tanpa upaya pengolahan. 

Berdasarkan data 2020 oleh SWI (Sustainable Waste Indonesia) dan IPR (Indonesia Plastics Rycycler) 88,17% sampah plastik tidak didaur ulang. Wah, coba cek pemakaian sehari-hari, deh, sepertinya tanpa dapat dimungkiri bahwa sampah plastik telah mendominasi gaya hidup sebagian besar masyarakat Indonesia, ya, kan? Jika sampah plastik yang sulit terurai ini terus menerus memenuhi bumi, tidakkah artinya kita turut serta mewariskan bumi yang sakit pada generasi mendatang?

Rumitnya Sampah di Indonesia

Sekarang, kita bisa melihat kembali, apa sih yang menjadi latar belakang dari rumitnya penyelesaian isu sampah ini? Ada dua poin yang disampaikan pembicara dalam materi ini, yakni tentang belum adanya budaya memilih, memilah, dan memisah sampah serta TPA yang seyogyanya sebagai tempat pemrosesan akhir malah beralih fungsi menjadi tempat pembuangan akhir. Ya, dibuang dan ditimbun hari berganti bulan berganti tahun. Manusia dan sisa bekas pakainya semakin bertambah, sementara luas bumi yang segini-segini saja, kan? 

3 Kategori Sampah

Menurut jenisnya, sampah terbagi menjadi 3 kategori yang masing-masing harusnya mempunyai tempatnya sendiri.
  1. Sampah organik, merupakan bahan baku kompos.
  2. Material daur ulang adalah PET, HDPE, Kardus, Dupleks, dll. 
  3. Residu adalah kain, plastik multilayer, plastik kotor yang tidak diterima industri plastik. 
Pusat Daur Ulang Sampah di Banjarbaru
Di pusat daur ulang sampah ini ada 30-40 ton sampah setiap hari. Sampah-sampah ini dipilih, dipilah dan dipisah hingga akhirnya diambillah sampah organik, kardus, botol mineral, sedangkan 70-80% residu sampah dikirim ke TPA. 

Bagaimana Seharusnya Sampah Dikelola?

Seharusnya, sampah dikelola secara bijak tentunya. Apakah cara itu? Pengolahan sampah yang baik bisa menggunakan prinsip Zero Waste, yaitu sampah diolah tanpa terkecuali sehingga menjadi nilai tambah dan ekonomi yang terus berputar. Ketiga kategori sampah yang telah dibahas pada poin di atas diolah sesuai peruntukannya. Sampah organik menjadi pakan/pupuk, material untuk didaur ulang dan residu bisa menjadi bahan bangunan. 

Riset yang dilakukan oleh pembicara di 10 tahun yang lalu, tenyata belum menjawab solusi penanganan sampah. Belum ada dampak maksimal dari memilih dan memanfaatkan sampah tertentu. Maka, solusi terbaru adalah menghasilkan produk dari sampah. Melalui formulasi dan proses sampah residu diubah menjadi formulasi komposit yang dapat digunakan sebagai bahan baku industri juga pupuk dan kompos. 

Buat Sahabat Khansa yang ingin tau lebih banyak lagi tentang alat yang dapat mengubah sampah menjadi berkah ini, bisa langsung mengunjungi situs daur ulang untuk Anda yang peduli.

Dengan kepedulian yang sama, yakin dan percaya bahwa masalah sampah yang selalu terdepan ini akan segera menjadi kenangan. Yuk, optimis bersama!

webinar olah sampah jadi berkah


Karunia Sylviany Sambas
Karunia Sylviany Sambas Bidan, Penulis, Bloger

Posting Komentar untuk "Teknologi Alat Pengolahan Limbah, Cerdas Ubah Sampah Jadi Berkah"